28 Februari 1942 lalu, lahirlah seorang anak Laki-laki dan saat dewasa dirinya dipenuhi perjalanan karir selama hidupnya lalu, laki-laki itu sukses menjelma jadi sekian dari ikon besar dunia sepakbola Italia. Yup, Siapa yang tak kenal sang maestro, legenda ikon besar Italia, Dino Zoff. Zoff adalah salah seorang penjaga gawang paling baik yang lahir dari ranah Italia. Dan hingga saat ini, tak banyak penjaga gawang yang sanggup meneruskan maupun paling tidak menyamai level yang telah diraih oleh sesosok Dino Zoff, penjaga gawang yang saat tanggal 28 Februari tahun kemarin umurnya genap hingga 72 tahun.

Dino Zoff

Dan prestasi yang bakal selalu dikenang didalam benak kaum pecinta sepakbola Italia yakni saat Dino Zoff dideklarasikan sebagai penjaga gawang paling tua sepanjang masa yang sukses menjuarai titel Piala Dunia tahun 1982 yang dilangsungkan di Spanyol. Saat perhelatan Piala Dunia 1982, saat itu penjaga gawang yang terlahir di Mariano del Friuli, umur Dino Zoff sudah mencapai 40 tahun, 4 bulan, 13 hari.

Didalam pertemuan akbar sepakbola yang digelar dalam kurun waktu 4 tahunan itu Dino Zoff mengemban tugas jadi kapten timnas sepakbola Italia. Dan di penghujung turnamen itu, Dino Zoff berhasil menerima apresiasi sebagai penjaga gawang terapik sekaligus masuk didalam jajaran kesebelasan terbaik lantaran penampilan dan skill Dino Zoff dalam menjaga pencapaian clean sheet. Prestasi Dino Zoff itu sama persis saat Dino Zoff berhasil membawa tim nasional Italia ada di atas podium perdana dalam Kejuaraan Eropa tahun 1968 yang dihelat di ranah Italia.

Tidak hanya di kelas Internasional, nama ikon besar Dino Zoff pun tidak diragukan lagi di arena klub. Serangkaian trofi sudah menghiasi petualangan karir sepakbolanya. Saat membela Juventus, Dino Zoff berhasil mengoleksi 6 gelar Scudetto, 2 Coppa Italia, lalu 1 Piala UEFA. Tidak juga ketinggalan, Dino Zoff sempat 2 kali mencicipi tampil di pertandingan final Liga Champions [saat itu bernama European Champions Cup] masa 1972/73 dan 1982/83, juga menutup International Cup 1973 secara keluar menjadi runner up.

“Kehebatan serta bakat dari seorang Dino Zoff menjadikan kemampuan sang penjaga gawang sangat dipandang dari sudut manapun di kacamata sepakbola dunia” demikian kata salah seorang bandar bola di Indonesia melalui cuitan di akun twitternya. Dan didalam publikasi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS), Dino Zoff sukses mendapatkan peringkat ketiga dengan status menjadi penjaga gawang terapik di abad ke 20 tepat di bagian belakang dari Lev Yashin & Gordon Banks. Zoff pun berhasil memperbaharui rekor tanpa ada sejarah kebobolan terlama didalam sejarah turnamen dunia, yaitu sepanjang 1142 menit didalam kurun waktu periode 1972-1974. Dengan jumlah 112 cup yang sudah dikoleksinya selama karir internasional Dino Zoff. Dino Zoff menempati ranking kelima sebagai pemain Italia yang mempunyai cup terbanyak.

Dan legenda Brasil, Pele juga menambahkan nama Dino Zoff kedalam list 125 Pemain Terbaik Sepanjang zaman versi FIFA. Di ruang lingkup domestik, Dino Zoff dianugerahi titel sebagai generasi emas didalam kesempatan 50 tahun terakhir. Sedangkan, media majalah World Soccer Magazine’s, pun menaruh nama penjaga gawang di ranking ke-47 didalam daftar nama 100 Pemain Terbaik Abad ke 20. Pasca karirnya menjadi pemain sudah berakhir, Dino Zoff sempat mengurus timnas Italia dan sejumlah klub Serie A, termasuk menggarap ex klub yang dahulu pernah dibelanya, yaitu Juventus.

Sumber: http://www.bola.net/piala_eropa/euro-1968-permulaan-manis-dari-legenda-italia-dino-zoff-290188.html