Penyesalan tidak dapat ditutupi James Pallotta. Presiden AS Roma ini merasa sakit hati menyaksikan timnya disingkirkan FC Porto di fase 16-besar Liga Champions. Ia menilai timnya kembali dirampok serta tidak paham lagi apa yang seharusnya dilakukan.

Komentar pedas bernada kecewa dilontarkan Pallotta usai laga leg II babak-16-besar Liga Champions di markas Porto yang berakhir dengan hasil negatif 1-3. Ia memperhitungkan AS Roma harusnya melaju menuju perempat-final jika tidak ada putusan kontroversial dari sang pengadil.

“Tahun lalu, kami mendesak VAR di Liga Champions sebab kami dicurangi di semi-final. Malam itu, mereka memanfaatkan VAR serta kami masih saja dirampok, ” tutur Pallotta.

Presiden AS Roma ini dengan cara spesial mempertanyakan putusan sang pengadil yang tidak memberi suspensi pada pasukan Eusebio Pada Francesco. “Patrik Schick jelas-jelas dijegal pada kotak penalti, VAR memperlihatkan ini, namun tidak ada suspensi. Aku lelah dengan hal itu. Aku angkat tangan, ” tutur ia lagi.

AS Roma tereliminasi dengan cara menyakitkan dari ajang Liga Champions kampanye musim ini usai menerima kekalahan 1-3 di leg II fase 16-besar yang berjalan sampai waktu tambahan. Mereka pernah menjaga harapan sebab sukses membikin tuan rumah cuma menang 2-1 di dalam 90 menit. Tapi, suspensi Alex Telles saat laga sudah berjalan hingga menit ke-117 memupuskan asa melaju menuju perempat-final.

Pencapaian ini amat mengenaskan untuk AS Roma. Sebab, mereka bisa melaju sampai semi-final di musim kemarin dengan diwarnai kesuksesan melalui Barcelona.